Wednesday, October 21, 2015

Pemberontakan Gerakan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia (DI/TII)



Negara Islam Indonesia atau Darul Islam adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Jawa Barat. Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia sebagai negara demokrasi dengan agama  Islam sebagai dasar negara.
Dalam perkembanganya DII menyebar hingga di beberapa wilayah yaitu :

a. Jawa Barat (berawal dari 17 January 1948) di pimpin Kartosuwirjo pada April 1962, di tumpas dengan operasi Brata Yudha. Pada saat itu penanggung jawab strategi ABRI, Ibrhahim Adjie menggunakan taktik pagar betis.

b. Jawa Tengah (berawal dari 22 Agustus 1949) di pimpin Amir Fatah nama pasukannya adalah TII (Tentara Islam Indonesia) dan dia bergelar Batalion Syarif Hidayat Widjaya Kusuma (SHWK) pada tahun 1945, operasi ini dapat dilumpuhkan oleh TNI melalui Operasi Guntur.

c. Sulawesi Selatan (berawal dari 17 Agustus 1953) dipimpin K.H Kahar Muzakkar, upaya penumpasan pemberontakan ini berlansung lebih dari 14 tahun. Pada 3 Februari 1965 Kahar Muzakkar tertembak mati dalam sebuah kontak sejata dengan pasukan RI.

d. Aceh (berawal dari 21 September 1953) Daud Beureueh, penyelesaian pemberontakan ini diselesaikan melalui kesepakatan bersama pada musyawarah kurukunan rakyat Aceh tanggal 17-28 Desember 1962.

e. Kalimatan Selatan (berawal pada akhir tahun 1950) dipimpin Ibnu Hadjar yang medirikan KRJT (Kesatuan Rakyat Jang Tertindas) pada tahun1959 Ibnu Hadjar berhasil ditangkap, pada 22 Maret 1965 dihukum mati.
Load disqus comments

0 komentar