Tuesday, March 8, 2016

Proposal Kewirausahaan Usaha Budidaya Jahe

Proposal Kewirausahaan Usaha Budidaya Jahe

BAB I PENDAHULUAN

a.Latar belakang

   Usaha budidaya jahe baik itu jahe merah,jahe emprit,jahe gajah maupun jenis jahe lainnya merupakan lahan bisnis yang menjanjikan karena kebutuhan dunia kesehatan tiap harinya terus meningkat apalagi sekarang bisnis herbal menjadi salah satu bisnis yang sangat menguntungkan. Hal ini jelas akan membuka pengolahan budidaya pertanian jahe.

b.Misi usaha

1.Masyarakat sebagai kunci keberhasilan usaha.
2.Usaha ini sebagai sarana aktivitas masyarakat.
3.Masyarakat sebagai tenaga kerja.

c.Visi usaha

1.Memberi lowongan pekerjaan
2.Jahe adalah subjek bisnis

d.Tujuan usaha

1.Memanfaat kan lahan yang kosong(tidak digunakan).
2.Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.
3.Mengelola bahan yang tersedia menjadi sebuah produk.
4.Sebagai sumber pendapatan masyarakat.

e.Jenis produk yang ditawarkan

1.Jahe
2.Permen jahe

BAB II ASPEK PRODUKSI

a.Lokasi dan lingkungan usaha

Di desa Karang Sono,Bangsalsari , alsan memilih lokasi ini adalah karena lokasi tersebut berada di daerah saya dan tempat terssebut memiliki tingkat kelembapan yang stabil dan cocok dengan usaha budidaya jahe.

b.Sarana prasarana produksi

Sarana prasarana produksi diperlukan untuk kelancaran dan kelangsungan produksi, sarana dan prasarana produksi terdiri :
1.Gedung sebagai tempat pengolahan budidaya jahe
2.Sawah sebagai penanaman jahe

c.Bahan baku

Bahan baku terdiri: jahe,gula,tepung

d.Tenaga kerja  

1.Tenaga kerja sebagai pengolahan permen jahe
2.Buruh tani sebagai perawatan budidaya jahe
3.Administrasi sebagai pengelola usaha

e.Kapasitas produksi 

Kapasitas produksi adalah kemampuan pekerja dalam menghasilkan permen jahe dalam waktu sehari, kapasitas pekerja di perhitungkan menghasilkan 4 toples dalam waktu 5 jam , dan buruh tani bekerja 6 jam

BAB III ASPEK PEMASARAN

a.Kondisi pasar adalah situasi dimana konsumen terdiri.

1.Kelompok pasar adalah kelompok masyarakat yang diperkirakan akan membeli secara rutin ,dalam usaha budidaya jahe dan usaha permen jahe, dalam usaha ini yang terfokus adalah menjual ke toko disekitar.
2.Pesaing adalah kompetetor yang menjual produk yang sama, untuk pemasaran produk ini tidak ada pesaing yang kompeten(pesaing yang sengit)

b.Rencana pemasaran

   Rencana pemasaranadalah rencana kerja yang disusun untuk mencapai penjualan yang maksimal yang terdiri dari:
1.Harga jual produk adalah harga jual yang ditetapkan adalah untuk sales 90/pcs. Dan untuk toko ditetapkan sebesar 100/pcs.
2.Pendapatan adalah total penjualan yang diharapkan  ,
3.Beban usaha adalah biaya biaya yang dikeluarkan dalam rangka diperlukan , adalah biaya tenaga kerja; 1 Orang Rp. 25,000/hari ,biaya buruh tani Rp. 30,000/hari,biaya material Rp. 250/ toples, biaya lisrik 40,000/bulan ,biaya bahan bakar pembuatan permen jahe 64.000/bulan, biaya pemasaran Rp. 15,000/doz, biaya bahan Rp. 40,000/hari jadi total biaya yang diperkirakan satu tahunnya adalah
Biaya tenaga kerja Rp. 25,000 x 12 x 12   = Rp. 3,600,000
Biaya buruh tani     Rp. 30,000 x 8 x 12     = Rp. 2,880,000
Biaya material        Rp. 250 x  576 toples  = Rp. 144,000
Biaya lisrik              Rp.  40,000 x 12            = Rp. 480,000
Biaya gas                 Rp. 64,000 x 12             = Rp. 768,000
biaya pemasaran   Rp. 12,000 x 24             = Rp. 288,000
biaya bahan           Rp.30,000 x 144            = Rp. 4,320,000
jadi jumlah dalam satu tahun adalah   Rp.   12,480,000
4.Laba adalah keuntungan usaha budidaya jahe dan olahan jahe yaitu pendapatan dikurangi biaya ,aapun sebesar laba yang diperkirakan adalah
 Rp.                          – Rp. 12,480.000  = Rp.
5.Biaya investasi harapannya      tahun,     bulan,     hari bisa kembali yaitu dari 25% laba digunakan untuk mengembalikan biaya investasi.



Jika Sobat memerlukan file berbentuk Document silahkan download dibawah ini


File Word
21 Kb



File PDF
69 Kb
Load disqus comments

0 komentar